Melankolis Kronis

auf wiedersehen.

Posted in Uncategorized by Melita Tarisa on July 27, 2011
Saya pikir
saya belum pernah cukup berterima kasih pada kamu.
Untuk setiap argumen yang bertumpuk menjadi perdebatan yang berarti. 
Kamu sungguh memanjakan saya dengan menjadi lawan diskusi yang keras kepala.
Pun memahami sebagai perempuan saya paling anti ditempatkan dalam pandangan dan peran tradisional. 
Terima kasih pernah menerima saya sebagai manusia.

Terima kasih telah mengajak saya sedikit lebih berani untuk menindaklanjuti perasaan saya
dan menimbulkan keinginan untuk membuka hati meski masih malu-malu. 
Maaf saya sangat protektif pada hati saya dan malah mungkin pernah menyakiti milikmu.

Terima kasih untuk setiap usahamu untuk tidak merokok di dekat saya 
juga seringkali melindungi saya dari asap rokok orang-orang sekitar.
Ada banyak printilan tingkah-tingkah kamu yang mungkin bagi orang lain remeh dan sederhana, 
tapi berhasil menimbulkan kesan emosional yang mendalam bagi saya.

Terima kasih untuk segalanya,
yang kita tulis bersama dalam potongan waktu yang tersedia untuk kita.
Potongan waktu yang kita hormati sebagai pengingat bahwa kita pernah ada bersama 
meski tanpa nama yang pasti.
Potongan waktu yang kita cukupkan perjalanannya,
selesai sudah.

Selamat melanjutkan perjalanan.
Tentu kita akan bertemu lagi. Semoga dengan cara yang lebih dewasa untuk menyikapi pengalaman.

I wish you enough.
Most of all, I wish you love. :)