(6)
Sebentuk asa agar kamu tetap tinggal mati kemarin.
Mungkin cinta ingin aku belajar untuk merelakan,
tapi maukah kamu beranjak perlahan saja?
Beri aku sesuatu untuk dikenang dengan tenang.
(5)
Bukan, bukan Chairil Anwar. Jangan Shakespeare! Kamu saja.
Ingin dengar suaramu, tanyakan kabarku.
Lalu senyum itu, yang lahirkan maaf.
Ajari aku sesuatu tentang hidup
Hari ini,
seorang dari kita pergi tiada dan
seorang baru datang mengadu.
Berpijak di tempat tubuh tua renta melepas lelah dan tawa refleks pertama kali terbentuk,
air mata berlomba melompat keluar dari hatiku.
Di antara wangi ingatan masa muda dan gairah merengkuh kekinian,
pikirku berpendar, pecah warna hingga sulit kurangkumkan.
Saat ini,
seorang dari kita pergi tiada dan seorang baru datang mengadu.
Bagaimana memaknainya?
2 comments